UT Banjarmasin Optimis Mengayuh Jukung di Kota Seribu Sungai, KPI Kawal melalui Audit Operasional
Kota Banjarmasin merupakan ibu kota sekaligus salah satu kota utama di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kota ini terkenal dengan julukan "Kota Seribu Sungai" karena memiliki banyak aliran sungai yang menjadi bagian penting dari kehidupan Masyarakat, dengan Sungai Martapura sebagai salah satu Sungai utama yang melintasi wilayah kota. Di tengah karakteristik sosial dan geografis tersebut, Univeritas Terbuka (UT) Banjarmasin hadir sebagai salah satu layanan UT yang berperan dalam memperluas akses Pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh bagi Masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan. UT Banjarmasin merupakan bagian dari jaringan layanan UT yang terdiri atas 39 Kantor UT Daerah di seluruh Indonesia serta 1 Kantor UT layanan luar negeri.
Kehadiran UT Banjarmasin menjadi semakin strategis di Tengah beragamnya aktivitas dan karakteristik sosial-ekonomi masyarakat, mulai dari perkebunan kelapa sawit, budaya badaangan (perdagangan), hingga kebutuhan akan pendidikan tinggi. Fleksibilitas sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh menjadi salah satu keunggulan UT dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin memperoleh pendidikan tinggi tanpa meninggalkan aktivitas pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
Kepercayaan masyarakat terhadap UT Banjarmasin tercemin dari pertumbuhan jumlah mahasiswa yang terus meningkat. Pada tahun 2024, jumlah mahasiswa tercatat sebanyak 10.643 orang, meningkat menjadi 13.607 orang pada tahun 2025, dan mencapai sekitar 16.500 orang pada tahun 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kebutuhan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan tinggi yang diselenggarakan UT.
Sebagai institusi yang berkomitmen memberikan layanan pendidikan berkualitas, UT secara konsisten dan konstruktif terus berupaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) agar adaptif terhadap kebutuhan Masyarakat, perkembangan teknologi, serta dinamika dunia industri.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas dan cakupan layanan, pengawalan terhadap kegiatan operasional UT Banjarmasin menjadi penting sebagai bagian dari evaluasi untuk memastikan kelancaran kegiatan operasional yang mengadopsi konsep value for money (economy, efficiency and effectiveness) dan juga memberikan pendidikan tinggi yang berkualitas. Dalam konteks tersebut, Kantor Pengawas Internal (KPI) menjalankan peran pengawasan dengan paradgima baru yaitu sebagai katalisator dan konsultan dengan memberikan assurance dan nilai tambah untuk perbaikan yang berkelanjutan.

KPI UT melaksanakan audit operasional di UT Banjarmasin selama 5 (lima) hari, pada tanggal 10-14 Agustus 2026. Audit ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan berbagai aspek operasional, khususnya dalam bidang keuangan, sumber daya manusia (SDM), aset, serta sarana dan prasarana telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur, kebijakan, dan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan audit diawali dengan cash count, observasi, peninjauan lapangan, serta pencocokan dokumen yang sebelumnya sudah ditelaah melalui desk audit. Selama audit, audite menunjukkan sikap kooperatif dalam menyediakan kebutuhan auditor termasuk dalam persiapan dokumen-dokumen pendukung. Rangkaian audit operasional di UT Banjarmasin diakhiri dengan persetujuan dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan oleh audite serta foto bersama tim audit dengan staf UT Banjarmasin.
Penyunting : Wahyu Tri Utomo, S.T