Menjaga Integritas, Menguatkan Layanan: Audit Operasional di UT Malang
Suasana pagi di Kota Malang pada Senin, 23 Februari 2026, terasa sedikit berbeda. Aktivitas di Universitas Terbuka (UT) Malang berjalan seperti biasa, namun ada energi tambahan yang hadir di ruang rapat video conference (vicon). Tim Audit dari Kantor Pengawas Internal (KPI) Universitas Terbuka memulai rangkaian audit internal yang berlangsung selama lima hari, hingga 27 Februari 2026.
Bagi sebagian orang, kata 'audit' mungkin terdengar formal dan kaku. Namun di lingkungan UT, audit internal justru dimaknai sebagai ruang refleksi, momen untuk melihat kembali proses yang telah berjalan, memperkuat praktik yang sudah baik, serta memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.

Kegiatan diawali dengan entry meeting yang dihadiri oleh Direktur UT Malang, jajaran manajer, serta seluruh pegawai. Dalam pertemuan tersebut, tim audit KPI memaparkan tujuan, ruang lingkup, dan pendekatan audit yang akan digunakan. Lebih dari sekadar pemeriksaan dokumen, audit kali ini menegaskan peran KPI sebagai mitra bisnis dan konsultan internal bagi unit kerja di UT.
Selama lima hari pelaksanaan, tim audit KPI meninjau berbagai aspek strategis, antara lain yaitu pengadaan barang dan jasa, pengelolaan keuangan, pengelolaan aset, serta kegiatan sosialisasi dan promosi (sosprom). Setiap proses ditelaah secara sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga pelaporan.
Diskusi demi diskusi berlangsung dalam suasana terbuka. Auditor dan audite duduk Bersama untuk membahas data, prosedur, dan praktik lapangan. Di sinilah esensi audit internal terasa nyata bukan mencari kesalahan, melainkan memastikan sistem berjalan efektif dan risiko dapat dikelola dengan baik.

Sebagai salah satu unit strategis UT di wilayah Jawa Timur, UT Malang memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Oleh karena itu, penguatan tata kelola menjadi fondasi utama agar layanan kepada mahasiswa tetap berkualitas, transparan, dan akuntabel.
Pendekatan yang digunakan KPI tidak hanya menitikberatkan pada aspek kepatuhan (compliance), tetapi juga menyentuh dimensi efektivitas dan efisiensi proses bisnis. Tim audit memberikan catatan konstruktif sekaligus apresiasi terhadap praktik baik (best practices) yang telah diterapkan.
Rangkaian audit ditutup melalui exit meeting pada Jumat, 27 Februari 2026. Dalam forum tersebut, tim KPI menyampaikan ringkasan hasil audit, rekomendasi perbaikan, serta penguatan pada area yang dinilai belum berjalan optimal. Suasana pertemuan berlangsung hangat namun tetap profesional.
Direktur UT Malang menyampaikan apresiasi atas proses audit yang dilaksanakan secara objektif dan konstruktif. Audit dipandang sebagai bagian dari mekanisme check and balance yang sehat dalam organisasi modern.
Bagi KPI, audit internal adalah bentuk pendampingan strategis. Tujuannya bukan sekadar memastikan kesesuaian antara kebijakan dan implementasi, melainkan juga membangun budaya sadar risiko (risk awareness) dan pengendalian internal yang kuat di setiap unit kerja.
Lima hari pelaksanaan mungkin terasa singkat, namun proses tersebut meninggalkan dampak yang bermakna. Audit internal di UT Malang menjadi pengingat bahwa tata kelola yang baik bukanlah hasil akhir, melainkan proses berkelanjutan yang memerlukan komitmen bersama.

Dengan semangat transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan prima, UT Malang terus melangkah memperkuat sistem serta meningkatkan kualitas layanan. Pada akhirnya, setiap upaya penguatan tata kelola bermuara pada satu tujuan utama: memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswa.
Penulis : Ihya Al Farisi, S.H.
Penyunting : Wahyu Tri Utomo, S.T.