Peningkatan GRC di Kota Industri, KPI Laksanakan Audit Operasional di UT Batam
Kota Batam kini dikenal sebagai kota industri yang berkembang pesat. Letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional dan berseberangan langsung dengan Singapura menjadikan Batam sebagai salah satu kawasan paling atraktif bagi dunia usaha di Indonesia. Posisi Batam di pintu gerbang Selat Malaka memberikan daya tarik tersendiri yang sulit ditandingi oleh daerah lain.
Secara geografis, Batam memiliki bentang alam berbukit dan berlembah dengan karakteristik tanah merah yang kurang cocok untuk pertanian. Namun, keterbatasan sumber daya alam tersebut tidak menjadi penghalang bagi Batam untuk berkembang. Sejak tahun 1970, dengan dukungan pemerintah dan kebijakan strategis yang diterapkan, Batam bertransformasi menjadi kota industri yang modern dan berdaya saing tinggi.

Universitas Terbuka (UT) memiliki 39 Kantor UT Daerah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kota Batam. Sebagai bagian dari komitmen peningkatan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) di lingkungan Universitas Terbuka, Kantor Pengawas Internal (KPI) melaksanakan Audit Operasional di UT Batam pada 19–24 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai efektivitas pengelolaan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi yang berlaku di UT Batam. Tim audit operasional KPI di UT Batam terdiri dari 5 (lima) orang, yaitu Dr. Hendrian, S.E., M.Si. (Pengendali Teknis), Antonio Vivaldi, S.E., MBA. (Ketua Tim), dan tiga anggota tim, yaitu Wahyu Tri Utomo, S.T., Zumarie Putrimezu, S.E., dan Lutfi Haikal Pasya, S.E. Audit dilaksanakan di kantor UT Batam yang berlokasi di Jl. Dr. Sutomo No. 3, Batam, Kepulauan Riau.
Pada hari pertama audit, kegiatan dimulai dengan entry meeting yang dibuka oleh Direktur UT Batam, Bapak Angga Sucitra Hendrayana, S.E., M.Si., dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim Audit, Bapak Antonio Vivaldi, S.E., MBA. Pertemuan ini menjadi sarana komunikasi awal antara tim audit dan audite untuk menyampaikan maksud dan tujuan tim dalam melakukan audit di UT Batam serta memberikan pemahaman kepada UT Batam mengenai paradigma audit internal yang kini lebih menekankan pada fungsi konsultatif dan pemberian assurance. Setelah entry meeting, tim audit melakukan pemeriksaan dokumen, peninjauan lapangan, serta pemeriksaan kas. Proses ini berlangsung hingga hari ketiga, mencakup analisis mendalam terhadap berbagai dokumen dan data yang relevan untuk memastikan kesesuaian anatara kebijakan, prosedur, dan praktik operasional yang dilaksanakan. Tim juga melakukan wawancara dengan sejumlah pegawai guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif atas proses bisnis dan pengelolaan di UT Batam.

Pada hari keempat, tim audit melaksanakan konfirmasi data kepada audite, menyusun Kertas Data Audit (KDA), serta meminta tanggapan audite atas hasil audit dan observasi. Kegiatan audit ditutup pada hari kelima melalui exit meeting yang dihadiri seluruh pegawai UT Batam. Dalam pertemuan tersebut, tim audit menyampaikan hasil audit dan rekomendasi perbaikan yang kemudian didiskusikan bersama audite untuk mendapatkan klarifikasi dan masukan lebih lanjut. Acara ini diikuti dengan penjelasan terkait tanggapan audite atas hasil audit, serta penandatanganan rekomendasi hasil audit dan berita acara kesepakatan. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi foto bersama tim audit dan seluruh pegawai UT Batam sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kinerja di lingkungan UT Batam.
Penulis : Zumarie Putrimezu, S.E.
Penyunting : Wahyu Tri Utomo, S.T.