Perkuat Pengawasan PBJ Konstruksi, KPI UT Gandeng BPKP Melalui Workshop Probity Audit
Dalam upaya memperkuat fungsi pengawasan internal, Kantor Pengawas Internal (KPI) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Bidang Konstruksi pada Jumat, 12 Desember 2025. Acara yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yaitu Mustofa Kamal, S.E., M.S.Ak. dan Burhanudin, Ak., M.E.
Sebagai unit yang bertanggung jawab atas fungsi pengawasan di lingkungan UT, KPI memandang perlu adanya penyamaan persepsi dan peningkatan pemahaman terkait teknik pengawasan pengadaan barang dan jasa, khususnya pada bidang konstruksi. Seiring dengan pengembangan infrastruktur yang terus dilakukan UT untuk mendukung layanan pendidikan jarak jauh, penerapan pengawasan dengan probity audit menjadi aspek yang sangat krusial dalam memastikan proses pengadaan berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan, Kepala KPI UT menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah proaktif untuk meningkatkan kualitas pengawasan internal.
"Workshop ini merupakan langkah proaktif KPI untuk memastikan bahwa setiap proses pengadaan konstruksi di UT berjalan secara transparan dan akuntabel. Kami mengundang BPKP untuk memberikan panduan teknis agar pengawasan kami memiliki standar yang tinggi," ujarnya.
Pada sesi pemaparan materi, narasumber dari BPKP menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep dan teknik Probity Audit, yaitu bentuk pengawasan yang dilakukan secara real time selama proses pengadaan berlangsung. Pembahasan teknis mencangkup pemeriksaan dokumen persiapan pengadaan, mitigasi risiko pada tahapan pemilihan penyedia, dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan hingga proses serah terima hasil pekerjaan.
Workshop ini diikuti oleh auditor KPI UT serta unsur pelaku pengadaan, yaitu Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan, Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengadaan Barang dan Jasa, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari unit DMAU. Melalui diskusi yang interaktif, peserta dibekali pemahaman untuk mengidentifikasi red flags atau indikasi awal potensi penyimpangan dalam proyek konstruksi.
"Dengan pengawasan yang dilakukan secara real time melalui mekanisme probity audit, KPI dapat memberikan rekomendasi perbaikan segera sebelum terjadi kesalahan yang berpotensi merugikan keuangan negara," tegas narasumber dari BPKP.
Melalui kegiatan ini, KPI Universitas Terbuka diharapkan mampu menerapkan standar pengawasan yang lebih ketat, profesional, dan berbasis resiko dalam setiap pembangunan gedung maupun fasilitas pendukung lainnya. Upaya ini sejalan dengan komitmen UT dalam mewujudkan tata kelola yang baik serta mendukung visinya sebagai Perguruan Tinggi terbuka dan jarak jauh berkelas dunia. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada para narasumber dan sesi foto bersama.
Penulis : Anggelina Wulandari, A.Md.T.
Penyunting : Wahyu Tri Utomo, S.T.